Ini Biaya Yang Timbul Jika Anda Beli Rumah Second

Dalam proses jual beli properti (seperti rumah, tanah dan lain-lain) pastinya ada biaya-biaya yang harus Anda keluarkan selain tentu saja biaya pembeliannya.

Lalu biaya apa saja yang harus Anda keluarkan jika membeli rumah bekas?

Simak panduannya berikut ini!

1. Pengecekan Sertifikat

Pengecekan sertipikat dilakukan di kantor pertanahan setempat sebelum proses jual beli dilakukan.

Pengecekan ini diperlukan guna memastikan sertifikat rumah atau tanah yang akan dibeli tidak memiliki catatan seperti blokir, sita, atau catatan lainnya.

Biaya pengecekan sertifikat ini biasanya tergantung kebijakan kantor pertanahan setempat.

2. Biaya Akta Jual Beli

Umumnya Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) biasanya menarik biaya 1 % dari nilai transaksi, tetapi harga ini tidak kaku dan bisa dinegosiasi.

Jadi Anda bisa menawar harga yang diajukannya hingga mencapai kata sepakat.

Untuk biaya akta jual beli ini biasanya dibayarkan secara proporsional antara pihak penjual dan pembeli.

Namun tidak tertutup kemungkinan juga bila biaya akta jual beli ini dipikul oleh salah satu pihak sesuai kesepakatan bersama.

3. Biaya Balik Nama

Balik nama sertifikat dilakukan di Kantor Pertanahan setempat. Proses balik nama ini diajukan oleh PPAT dengan membayar sejumlah biaya sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Untuk biayanya tentu saja ditanggung pihak pembeli.

4. Biaya PNBP

PNBP atau Penerimaan Negara Bukan Pajak dibayarkan sekaligus pada saat pengajuan Peralihan Hak atau Balik Nama.

Besarnya PNBP ini: 1 0/00 (satu perseribu/permill) dari Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) tanah.

5. Biaya PPh

Besarnya PPh atau Pajak Penghasilan adalah 5 % dari besarnya transaksi yang dilakukan.

Dan PPh ini harus dibayarkan sebelum akta jual beli ditandatangani. Pembayaran PPh bisa dilakukan di bank penerima pembayaran yang ditunjuk dan kemudian divalidasi ke kantor pajak setempat.

PPh ini merupakan tanggungjawab penjual, tetapi jika ada kesepakatan sebelumnya bisa saja beban PPh ditanggung pembeli.

6. BPHTB

Serupa dengan PPh, BPHTB atau Bea Perolehan Hak Tanah dan Bangunan juga harus dibayarkan sebelum akta jual beli ditandatangani.

BPHTB dikenakan bukan hanya pada saat terjadinya jual-beli, melainkan juga terhadap setiap perolehan hak atas tanah dan bangunan, seperti tukar-menukar, hibah, waris, pemasukan tanah ke dalam perseroan, dan lain-lainnya.

Pada transaksi jual-beli tanah atau rumah, yang menjadi subjek pajak BPHTB adalah orang pribadi atau badan yang memperoleh hak atas tanah dan bangunan itu, yaitu si pembeli.

Sumber : rumah.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *